Online Marketing

Online Marketing: Sekarang atau …

Online Marketing Add comments Post by: brahmastagi

Ditengah segala hype dan euphoria online marketing saat ini ada beberapa hal yang menurut saya perlu di perhatikan. Salah satunya ialah Score pertandingannya.

Mengambil dari istilah John Naisbit dalam bukunya Mind Set, kita harus selalu melihat Score Pertandingannya (lihat faktanya). Fakta pertama tentunya dari data statistik yang ada di internet (menurut http://www.internetworldstats.com/stats.htm)

Statistik terakhir pengguna Internet

WORLD INTERNET USAGE AND POPULATION STATISTICS

World Regions

Internet Usage, Latest Data % Population ( Penetration ) Usage % of World Usage Growth 2000-2007
Africa

43,995,700

4.7 %

3.5 %

874.6 %

Asia

459,476,825

12.4 %

36.9 %

302.0 %

Europe

337,878,613

41.7 %

27.2%

221.5 %

Middle East

33,510,500

17.3 %

2.7 %

920.2 %

North America

234,788,864

70.2 %

18.9%

117.2 %

Latin America/Caribbean

115,759,709

20.8 %

9.3 %

540.7 %

Oceania / Australia

19,039,390

55.2 %

1.5 %

149.9 %

WORLD TOTAL

1,244,449,601

18.9 %

100.0 %

244.7 %

Asia saat ini memiliki pengguna terbanyak internet, dengan penetrasi yang masih rendah dan growth yang cukup tinggi (302%), masa depan internet di Asia terlihat menjanjikan. Dari semua pengguna Internet di Asia, pengguna di Indonesia:

ASIA INTERNET USAGE AND POPULATION

ASIA

Internet Users, Latest Data Penetration (% Population) (%) Users in Asia Use Growth ( 2000-2007 )
Afganistan

535,000

2.0 %

0.1 %

53,400.0 %

Armenia

172,800

5.9 %

0.0 %

476.0 %

Azerbaijan

829,100

9.8 %

0.2 %

6,809.2 %

Bangladesh

450,000

0.3 %

0.1 %

350.0 %

Bhutan

30,000

3.7 %

0.0 %

5,900.0 %

Brunei Darussalem

165,600

41.0 %

0.0 %

452.0 %

Cambodia

44,000

0.3 %

0.0 %

633.3 %

China

162,000,000

12.3 %

35.3 %

620.0 %

East Timor

1,000

0.1 %

0.0 %

0.0 %

Georgia

332,000

7.6 %

0.1 %

1,560.0 %

Hong Kong *

4,878,713

68.2 %

1.1 %

113.7 %

India

60,000,000

5.3 %

13.1 %

1,000.0 %

Indonesia

20,000,000

8.9 %

4.4 %

900.0 %

Japan

87,540,000

68.0 %

19.1 %

85.9 %

Kazakhstan

1,247,000

8.5 %

0.3 %

,681.4 %

Korea, North

0.0 %

Korea, South

34,120,000

66.5 %

7.4 %

79.2 %

Kyrgystan

298,100

5.5 %

0.1 %

477.7 %

Laos

25,000

0.4 %

0.0 %

316.7 %

Macao*

201,000

40.1 %

0.0 %

235.0 %

Malaysia

14,904,000

52.7 %

3.2 %

302.8 %

Maldives

20,100

6.6 %

0.0 %

235.0 %

Mongolia

268,300

10.3 %

0.1 %

794.3 %

Myanmar

300,000

0.5 %

0.1 %

29,900.0 %

Nepal

249,400

1.0 %

0.1 %

398.8 %

Pakistan

12,000,000

7.2 %

2.6 %

8,861.9 %

Philippines

14,000,000

16.0 %

3.0 %

600.0 %

Singapore

2,421,800

66.3 %

0.5 %

101.8 %

Sri Lanka

428,000

2.2 %

0.1 %

252.3 %

Taiwan

14,500,000

63.0 %

3.2 %

131.6 %

Tajikistan

19,500

0.3 %

0.0 %

875.0 %

Thailand

8,465,800

12.6 %

1.8 %

268.1 %

Turkmenistan

64,800

0.9 %

0.0 %

3,140.0 %

Uzbekistan

1,745,000

6.6 %

0.4 %

23,166.7 %

Vietnam

17,220,812

20.3 %

3.7 %

8,510.4 %

TOTAL ASIA

459,476,825

12.4 %

100.0 %

302.0 %

data : September 30, 2007

Indonesia menurut situs tersebut memiliki 20 juta pengguna internet atau naik 900% dari tahun 2000 (dalam waktu 7 tahun) jumlah tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan populasi internet terbanyak di Asia Tenggara dan untuk Asia di bawah China, India, Jepang dan Korea Selatan. Menurut data Nielsen dapat diketahui juga pengguna internet di Indonesia berjumlah sekitar 18 juta dengan estimasi perkembangan kedepan mencapai 35 juta dalam 3 tahun kedepan. Dalam blognya Nukman Luthfie menulis “Menurut Ketua APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) Sylvia Sumarlin, pengguna Internet Indonesia pada tahun 2007 mencapai 25 juta orang. Itu berarti naik 39% dibanding tahun 2006 yang mencapai 18 juta orang

Dari sini kita tahu Market Size dari pengguna internet di Indonesia. 25 juta bukan jumlah yang kecil, pertanyaannya apakah dengan jumlah yang sedemikian banyak bagaimana perusahaan-perusahaan menyikapi fakta ini.

Beberapa fakta tambahan lainnya ialah:

  1. Pengguna Internet didominasi oleh mereka dengan SEC A1, A2, B jumlahnya mencapai lebih dari 50% pengguna karena mereka umumnya berpendidikan lebih tinggi dibanding kelas lainnya.
  2. Kebanyakan pengakses dari kalangan pelajar dari berbagai jenjang dan pekerja kerah putih.
  3. Mereka mengakses kebanyakanan dari warnet dan kantor.
  4. Sebagian besar masih single
  5. Penetrasi Internet masih rendah (kalau data diatas benar berarti baru sekitar 10%)

Ok, kita mengetahui fakta mengenai profile pengguna Internet di Indonesia, sekarang pertanyaan pentingnya apa yang akan kita lakukan dengannya?

05/12/2008 Posted by | 1 | Leave a comment

Strategi Menembus Pasar Luar Negeri Melalui Internet

Nukman Luthfi

Tips Bisnis

Strategi Menembus Pasar Luar Negeri Melalui Internet

Posted on October 27, 2008 |

Krisis ekonomi Amerika Serikat yang terjadi Oktober 2008 ini sudah mengimbas ke seluruh dunia. Meski tidak seberat negara lain, Indonesia sudah merasakan imbas badai ekonomi negeri Paman Sam tersebut. Index Bursa Efek Indonesia ikut anjlok. Harga saham berguguran. Eskpor diperkirakan bakal menurun karena daya beli AS, negara kedua terbesar tujuan ekspor Indonesia, melorot drastis. Tidak heran jika Asosiasi Pertekstilan Indonesia sudah menyatakan bahwa target penjualan tahun ini yang sebesar US$ 11 miliar tak akan tercapai.  Meski demikian masih ada titik-titik cerah untuk ekspor.

Majalah SWA edisi terbaru, yang hadir dengan sajian utama Export Champion 2008, membuka titik-titik cerah tersebut.  Edisi majalah yang terbit 23 Oktober 2008 itu mengungkapkan bagaimana para para jawara ekspor itu, seperti Sinar Antjol, Ungaran Sari Garment menaklukkan pasar global. Saya sendiri diminta majalah SWA untuk menuliskan kolom mengenai bagaimana menembus ekspor via Internet.

Di bawah ini kolom saya di SWA.

Strategi Menembus Pasar Luar Negeri Melalui Internet

Oleh: Nukman Luthfie

INTERNET adalah sebuah jaringan komputer dunia, yang tidak mengenal batas antara negara. Kita bisa terhubung dengan siapa saja di belahan dunia lain melalui Internet dengan begitu mudahnya.  Dengan karakter seperti  itu, semestinya Internet dapat dimanfaatkan sebagai medium untuk menembus pasar ekspor. Kita bisa menenjual barang ke manca negara tanpa harus melalukan pameran di luar negeri atau bertemu langsung dengan calon buyer secara lansung.

Jika kita berhasil menembus pasar ekspor hanya melalui Internet, maka margin usaha kita akan tinggi, mengingat salah satu biaya terbesar eksportir adalah biaya promosi roadshow di luar negeri.

Bagaimana strateginya? Di bawah ini saya uraikan beberapa strategi mendasar yang wajib dilakukan.

Memiliki Situs Web yang Sesuai Pasar.

Memiliki situs web adalah langkah pertama yang harus dilakukan untuk menembus ekspor via Internet. Melalui situs web inilah calon pembeli mendapatkan informasi selengkap mungkin mengenai siapa kita, barang apa saja yang diproduksi, berapa besar kapasitas produksi, bagaimana kualitas barang, serta informasi pendukung lainnya. Anggaplah ini sebagai catalog produk yang biasanya dicetak oleh para eksportir dan disebarluaskan ke calon-calon buyernya di berbagai Negara. Bedanya, di situs web kita bisa memperbarui produk-produk dengan mudah dan cepat sehingga calon buyer selalu mendapat informasi terbaru.

Tentu saja, situs web bukan hanya pengganti katalog produk. Situs web juga sebuah media komunikasi yang interaktif dengan calon pembeli. Oleh karena itu, situs web harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk berkomunikasi langsung, baik dalam bentuk email maupun chat.

Kecuali itu, karakter situs harus disesuaikan dengan karakter pasar. Jika ingin lebih mudah menembus pasar Eropa misalnya, desain situs web sebaiknya sederhana, klasik, tanpa animasi aneh-aneh, karena memang seperti itulah kebanyakan karakter desain Eropa. Sebaliknya, jika ingin menembus Amerika Serikat, karakter desain yang modern kreatif akan mempermudah orang Amerika untuk tertarik membuka situs web kita.

Untuk bahasa, apa boleh buat, bahasa Inggris adalah sebuah keharusan. Namun jika ingin lebih efektif lagi menembus Eropa, buat beberapa versi bahasa untuk negara-negara yang lebih nyaman dengan bahasa ibunya, misalnya Perancis dan Spanyol.

Search Engine Friendly

Pengguna Internet memiliki perilaku khusus dalam hal mencari informasi  produk. Mereka tidak terlalu suka langsung masuk ke situs web sebuah perusahaan dan mencari informasi produknya di sana. Mereka lebih senang mencarinya melalui search engine seperti Google, Yahoo!, MSN Live dan lainnya. Statistik dari berbagai lembaga riset menunjukkan, sekitar  68% pengguna Internet mencari informasi produk melalui mesin pencarian.

Oleh karena itu, wajib hukumnya memiliki situs web yang search engine friendly. Situs yang memenuhi standar ini akan mudah dan cepat diindeks oleh berbagai search engine utama, seperti Google, Yahoo! dan MSN Live. Banyak perusahaan yang seringkali abai dengan hal-hal semacam ini. Perhatian mereka lebih terfokus pada tampilan – indah tidaknya – sebuah situs. Padahal, search engine friendly ini justru memiliki nilai startegis agar mudah dicari pengguna Internet.

Menguasai  Keyword yang Tepat

Jika kita berjualan furniture, maka kita harus melakukan audit, apakah ketika pengguna Internet mengetik keyword atau kata-kata kunci yang berkaitan dengan furniture itu, situs kita berada di halaman hasil pencarian yang strategis? Tidak harus no nomor satu hasil pencarian. Berada di halaman satu hasil pencarian sudah cukup bagus. Bagaimana pun, pengguna Internet masih rela membaca hasil pencarian sampai halaman ke lima.

Meski demikian, penguasaan kata kunci pun perlu strategi khusus. Saya sering bertemu dengan pemilik situs yang bangga bahwa kata kunci nama domiannya menduduki nomor satu hasil pencarian di search engine. Sebenarnya itu hal yang biasa saja. Yang justru harus diriset dengan serius adalah, kata kunci apa yang diketik oleh calon buyer kita berkaitan dengan produk yang kita tawarkan. Ketika kita menjual handphone misalnya, akankah menggunakan kata kunci handphone, mobile phone, atau cell phone? Memahami istilah-istilah yang berkaitan dengan produk yang kita jual ke negara-negara tertentu amat strategis dalam menembus ekspor.

Promosi Online

Meski calon buyer akan datang dengan sendirinya jika situs kita search engine friendly dan menguasai keyword yang tepat, tetap saja sebuah web yang berorientasi penjualan harus dipromosikan dengan serius untuk mendapatkan pengunjung berkualitas. Sedikitnya ada tiga hal yang penting dilakukan.

Pertama, bergabung dengan e-marketplace dunia, seperti Alibaba.com, Globalsources.com dan eBay.com serta emarket place vertical yang sesuai dengan produk yang kita jual. Di tempat maya itulah para buyer dan seller seluruh dunia bertemu.  Memang di sana persaingan amat ketat, banyak penjual produk yang sama dari negara lain atau bahkan dari sesama perusahaan Indonesia. Namun dari situlah kita akan mudah ditemukan oleh calon pembeli yang serius.

Kedua, bergabung dengan social networking dunia. Karena yang bergabung di social networking itu manusia, maka sebaiknya eksekutif perusahaan, bukan perusahaanya, yang bergabung ke socian networking itu. Jika ingin menembus pasar luar negeri, maka salah satu yang saya rekomendasikan adalah Linkedin.com. Inilah jaringan social dunia maya para eksekutif dan pebisnis dunia. Masuklah ke sana, bergabunglah dengan kelompok-kelompok orang yang diasumsikan membutuhkan produk kita.

Ketiga, promosi melalui Google Adwords, yang amat bermanfaat ketika kita tidak mampu menguasai keyword-keyword tertentu.

Paham Seluk Beluk Ekspor

Ini langkah strategis yang harus disiapkan jauh-jauh hari. Percuma saja kita mendapatkan banyak potential buyer jika kita pada akhirnya tidak bisa mengirim barangnya ke negara tujuan karena tidak paham prosedur ekspor. Hal lain yang harus jadi perhatian adalah soal pembayaran. Kita harus paham betul soal LC dan prosedur pembayaran gara jangan sampai kita tertipu. Selalu ada saja peluang kita ditipu oleh buyer yang mau menerima barang tapi enggan membayar. Apalagi di dunia Internet, di mana kita tidak pernah bertemu dengan buyer kita.

Oleh karena itu, lengkapilah diri dengan ilmu ekspor impor.

Selamat menembus pasar luar negeri melalui dunia maya!

Penulis adalah CEO Virtual Consulting, http://www.virtual.co.id, perusahaan konsultan strategi Internet.

Seperti dimuat di majalah SWA no 22/XXIV/23 Oktober- 2 November 2008

05/12/2008 Posted by | 1 | 1 Comment